Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Penguatan Ideologi Partai bagi jajaran pengurus daerah dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapelkes Banda Aceh, Selasa (16/6/2026).
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai-nilai dasar kepartaian serta mengokohkan komitmen ideologis dalam menjalankan peran politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Sekretaris umum (Sekum) DPW PKS Aceh, Kasibun Daulay, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa PKS memiliki lima asas utama yang menjadi fondasi perjuangan partai, yaitu Asas Keislaman, Keadilan, Kebangsaan, Kenegaraan, dan Kesejahteraan.
Menurutnya, kelima asas tersebut harus dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh kader dalam setiap aktivitas politik maupun sosial kemasyarakatan.
“Asas-asas ideologi kepartaian harus menjadi landasan yang dipahami setiap kader PKS. Untuk itulah kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas dan pemahaman kader,” ujar Kasibun.
Ia menyebutkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan merupakan perwakilan pengurus DPD PKS dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Para peserta diharapkan dapat menjadi penyambung lidah untuk menyebarkan nilai dan pemahaman ideologi partai di daerahnya masing-masing.
“Ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini jangan berhenti pada peserta saja, tetapi perlu diteruskan dan dibagikan kepada kader-kader lainnya di daerah masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, menegaskan pentingnya kader PKS terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat wawasan kebangsaan tanpa meninggalkan identitas keislaman yang menjadi ruh perjuangan partai.
Menurutnya, penguatan ideologi tidak hanya bertujuan membentuk kader yang militan, tetapi juga kader yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh nilai-nilai nasionalisme yang kuat dalam diri kader PKS, tanpa melepaskan identitas sebagai muslim yang memegang teguh Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin,” kata Ismunandar.
Ia juga mengingatkan bahwa kader PKS harus terus belajar, mengikuti perkembangan zaman, dan meningkatkan kualitas diri agar mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kader PKS tidak boleh berhenti belajar dan memantapkan diri untuk memahami perkembangan terkini. Dengan demikian, kehadiran kader PKS di tengah masyarakat benar-benar dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.




